5 KIAT PRAKTIS MENGHADAPI PERSOALAN HIDUP
oleh Nurul hiedayah pada 6 Februari 2012 pukul 8:31 ·
Suatu hal yg pasti tidak akan luput dari keseharian kita adalah yg disebut masalah atau persoalan hidup,dimanapun,kapanpun,apapun dan dengan siapapun semuanya adalah peluang potensi masalah. Namun andaikata kita cermati dengan seksama ternyata dengan persoalan yang persis sama, sikap orangpun berbeda-beda,ada yang begitu panic, goyah, kalut, stress, tapi ada pula yang menghadapinya begitu mantap, tenang atau bahkan malah menikmatinya…..
Berarti masalah atau persoalan yang sesungguhnya bukan terletak pada persoalannya melainkan pada sikap terhadap persoalan tersebut. Oleh karena itu siapapun yang ingin menikmati hidup ini dengan baik,benar, indah dan bahagia adalah mutlak harus terus-menerus meningkat kuantitas dan kualitasnya seiring dengan penambahan umur ,tuntutan,harapan,kebutuhan,cita-cita, dan tanggung jawab.
Kelalaian kita dalam menyadari pentingnya bersunguh-sungguh mencari ilmu tentang cara menghadapi hidup ini dan kemaslakatan kita dalam melatih dan mengevaluasi ketrampilan kita dalam menghadapi persoalan hidup berarti akan membuat hidup ini hanya berpindah kesengsaraan,penderitaan,kepahitan,dan tentu saja kehinaan yang bertubi-tubi.
- 1. SIAP
Kita memang diharuskan memiliki keinginan,cita-cita ,rencana ,yang benar dan wajar dalam hidup ini bahkan kita sangat dianjurkan untuk gigih ikhtiar mencapai apapun yang terbaik bagi dunia akhirat, semaksimal kemampuan yang Alloh berikan kepada kita
Namun bersamaan dengan itu kitapun harus sadar sesadar-sadarnya bahwa kita hanyalah makhluk yang memiliki sangat banyak keterbatasan untuk mengetahui segala hal tidak terjangkau oleh daya nalar dan kemampuan kita.
Dan pula dalam hidup ini ternyata ssering sekali atau bahkan lebih sering terjadi sesuatu yang tidak terjangkau oleh kita, yang diluar dugaan dan diluar kemampuan kita untuk mencegahnya, andaikata kita selalu terbenam tindakan yg salah dalam mensikapinya maka betapa tidak terbayangkan hari-hari akan berlalu penuh kekecewaan, penyesalan ,keluh kesah, kedongkolan, hatiyang galau ,sungguh rugi padahal hidup hanya satu kali dan kejadian yang didugapun pasti akan terjadi lagi.
Ketahuilah kita punya rencana, TUHAN pun punya rencana, dan yang pasti terjadi adalah apa yang menjadi rencana TUHAN
Yang lebih lucu serta menarik ,yaitu kita sering marah dan kecewa dengan suatu kejadian namun setelah waktu berlalu ternyata “kejadiaN” tersebut begitu menguntungkan dan membawa hikmah yang sangat besar dan sangat bermanfaat,jauh lebih baik dari apa yang diharapkan sebelumnya.
Alkisah ada dua orang kakak beradik penjual tape, yang berangkat dari rumahnya disebuah dusun pagi hari ,ditengah pematnag sawah tiba-tiba pikulan sang kakak berderak patah ,tape dipikulan sebelah kiri masuk kesawah dan yang sebelah kanan masuk kekolam. Betapa kaget ,sedih,kesal,merasa sangat sial, jualan belum,untung belum, bahkan modalpun habis terbenam,dengan penuh kemurungaan dan urung-uringan kembali kerumah. Tapi dua jam kemudian dating berita yang mengejutkan ternyata kendaraan yang biasa ditumpangi para pedagang tape terkena musibah sehingga seluruh penumpangnya cedera bahkan diantaranya ada yang cedera berat , satu-satunya diantara kelompok pedagang yang senantiasa menggunakan angkutan tersebut yang selamat hanyalah …..dirinya,yang tidak jadi berjualan karena pikulannya patah. Subhanalloh , dua jam sebelumnya patah pikulan dianggap kesialan besar, dua jam kemudian patah pikulan dianggap keberuntungan luar biasa.
Oleh karena itu “ bulatkan tekat, sempurnakanlah ikhtiar namun hati harus tetap menyerahkan segala keputusan dan kejadian terbaik kepada TUHAN. Dan siapkan mental kita untuk menerima apapun yang terbaik menurut ilmu NYA
boleh jadi engkau tidak menyukai sesuatu padahal bagi DIA lebih baik bagimu, dan boleh jadi engkau menyukai sesuatu padahal buruk dalam pandangan TUHAN
Maka jikalau dilamar seseorang, bersiaplah untuk menikah dan bersiap pula kalau tidak jadi nikah karena melamar kita belumlah tentu jodoh terbaik seperti yang senantiasa diminta oleh dirinya maupun orang tuanya.
Melamar kerja, lamarlah dengan penuh kesungguhan namun hati harus siap andaikata TUHAN Tidak siap mengizinkannya karena TUHAN tau tempat jalan rizqi yang lebih berkah.
Berbisnis ria, jadilah seseorang professional yang handal, namun ingat bahwa keuntungan besar yang kita rindukan belumlah tentu maslahat bagi dunia akhirat kita, maka bersiaplah menerima untung terbaik menurut perhitungan Alloh Swt. Demikianlah dalam segala urusan apapaun yang kita hadapi.
KESIMPULAN : sempurnakanlah niat dan ikhtiar, namun hati siapkan menerima apapun yang terbaik menurut Alloh Swt.
- 2. RIDHO
Memasak nasi gagal malah jadi bubur, andaikata kita muntahkan kemarahan tetap saja bubur, tidak marahpun tetap bubur , maka daripada marah mendzolimi orang lain dan memikirkan sesuatu yang membuat hati mendidih , lebih baik pikiran dan tubuh kita sibuk mencari bawang goring, ayam, cakweh, seledri, kerupuk, kecap dan sebaginya supaya bubur kita menjadi bubur ayam sepecial , tentu selain perasaan kita tidak jadi sengsara, nasi yang gagalpun tetap bisa dinikmati dengan lezat.
Misalkan sedang berjalan-jalan tiba-tiba ada batu kecil nyasar entah dari mana dan mendarat tepat dikening kita, maka hati kita harus ridho karena tidak ridhopun tetap benjol. Tentu saja ridho/rela terhadap sesuatu kejadian bukan berarti pasrah total sehingga tidak bertindak apapun, itu adalah pengertian yang kliru . pasrah /ridho itu hanya amalan hati kita menerima kenyatan yang ada, tapi pikiran dan tubuh wajib ikhtiar untuk memperbaiki kenyataan dengan cara yang diridhoi-NYA.Dan kondisi hati yang tenang/ridho ini sangat membantu menjadikan proses ikhtiar menjadi positif, optimal dan bermutu.
Orang yang srtes adalah orang yang tidak memiliki kesiapan mental menerima kenyataan yang ada, selalu saja pikirannya tidak realities , tidak sesuai dengan kenyataan , sibuk menyesali dan mengandai-andai dengan sesuatu yang sudah tidak ada atau yang tidak mungkin terjadi, sungguh kesengsaraan yang dibuat sendiri.
Misalkan tanah warisan telah dijual tahun yang lalundan saat ini ternyata harga tanah tersebut melonjak berlipat ganda, maka orang-orang yang malang selalu saja menyesali mengapa dulu tergesa-gesa dijual, kalau saja mau ditangguhkan niscaya akan lebih beruntung, dan biasanya dilanjutkan dengan bertengkar saling menyalahkan sehingga semakin lengkap saja penderitaan dan kerugian memikirkan tanah yang nyata-nyata telah menjadi milik orang ,lain.
Berbadan pendek sibuk menyesali diri mengapa tidak jangkung,setiap melihat tubuh dirinya sendiri kecewa, apalagi melihat yang lebih tinggi dari dirinya, sayangnya penyesalan ini tidak menambah satu sentipun jua. Memiliki orang tua kurang mampu atau telah bercerai, atau sudah meninggal, lalu sibuk menyalahkan dan menyesali keadaan bahkan terkadang menjadi tidak mengenal sopan santun kepada keduanya, padahal sikap ini tidak memperkaya atau mempersatukanya, atau menghidupkanya kembali, sungguh banyak sekali kesalahan berfikir dan bertindak terhadap apa yang sudah terjadi, yng tidak menambah apapun selain menyengsarakan diri.
Ketahuilah hidup ini terdiri berbagai episode yang tidak akan monoton, ini adalah kenyataan hidup , silahkan kenang perjlalanan hidup kita yang telah lalu, benar-benar kita harus arif mensikapi setiap episode dengan lapang dada, kepala dingin dan hati yang ikhlas, jangan selimuti diri dengan keluh kesah, semua itu tidak menyelesaikan masalah, bahkan bisa jadi sebaliknya.
Kesimpilan, hati harus ridho menerima apapun kenyataan yang terjadi sambil ikhtiar memperbaiki kenyataan pada jalan yang diridhoi_NYA
- 3. JANGAN MEMPERSULIT DIRI
Orang yang menghadapi masa pension terkadang jauh sebelumnya sudah sengsara, terbayang gaji yang kecil ,pasti tidak mencukupi kebutuhan, padahal saat ini saja sudah pas-pasan,ditambah lagi kebutuhan anak-anak yang kian membengkak, anggaran rumah tangga plus listrik ,air, sisilan rumah belum lunas,utaang belum terbayar,belum lagi andaikata sakit tak da nggaran pengobatn,umur makin menua,fisik kian melemah, semakin panjang derita kita.
Begitu banyak orang yang sudah pension yang ternyata tidak segawat yang diperkirakan atau bahkan jauh lebih tercukupi dan berbahagia daripada sebelumnya, apakah TUHAN Yang maha kaya akan menjadi kikir terhadap para pensiun ,atu kakek-kakaek dan nenek-nenek padahal pensiun hanyalah salah satu episode hidup yang harus dijalani, yang tidak mempengaruhi janji dan kasih saying Alloh.
Maka dalam menghadapi persoalan apapun jangan hanyut tengelam dalam pikiran yang salah, kita harus tenang, menguasai diri , renungkanlah janji jaminan pertolongan-NYA dan bukankah kita sudah sering melalui masa-masa yang sulit dan ternyata bisa lolos pada akhirnya, tidak segawat yang kita perkirakan sebelumnya.
- a. yakinlah bahwa Alloh yang maha tau segalanya pasti telah mengukur ujian yang menimpa kita sesuai dengn dosis yang tepat dengan kedan dan kemmpun kita , karena dia tau persis diri kita lebih tau daripada diri kita sendiri (bukankah diri sendiri yang merancang,menciptkan dan mengurus diri kita setiap saat) Alloh tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesnggupannya. Maha suci Alloh dari perbuatan mendzolimi hamba-hambanya.
- b. Yakinlah setiap kesulitan itu selalu didampingi kemudahan “karena sesungguhnya sesudah ada kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan “ Tidak mungkin dalam hidup ini terus menerus kesulitan,karena dunia ini bukan neraka, begitupun tidak mungkin dalam hidup ini terus-menerus kelapangan dan kemudahan karena dunia bukanlah syurga, segalnya pasti akan da akhirnya dn dipergilirkan dengn kedilan TUHAN
- 4. EVALUASI DIRI
“ barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar/seberat dzarrohpun, niscaya dia akan lihat balasannya.” ( AL-Zalzalah 7,8 )
Alloh Swt. Maha peka terhadap apapun yang kita lakukan ,dan dengan keadilannya tidak aka nada yang meleset ,siapapun yang berbuat sekecil apapun kebaikan dan tersembunyi apapun, niscaya Alloh Swt. Akan membalas berlipat ganda dengan aneka bentuk terbaik menurut-Nya, dan sebaliknya kedholiman sehalus apapun yang kita lakukan yang tampaknya seperti mendzolimi orang lain, padahal sesungguhnya kita sedang mendholimi diri sendiri dan sedang mengundang bencana balasan dari Alloh Swt. Yang pasti lebih getir dan gawat, na’udzubillah.
Andai kata ada batu yang menghantam kening kita, selain hati harus ridho, kitapun harus merenung mengapa Alloh menimpakan batu itu tepat ke kening kita, padahal lapangan begitu luas dan kepalapun begitu kecil.? Bisa jadi semua ini adalah peringatan, bahwa kita sering lalai bersujud, atau sujud kita lalai dari mengingat-Nya ! Tuhan tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia ,pasti segalanya ada hikmahnya.
Dompet hilang ? mengapa dari satu bis, hanya kita yang ditakdirkan hilang dompet, jangan sibuk menyalahkan pencopet,karena memang sudah jelas salah dan begitu pekerjaannya, renungkanlah….., boleh jadi kita ini termasuk sikikir, sipelit, TUHAN maha tau jumlah zakat dan sedekah yang dikeluarkan , apa sulitnya bagi Dia untuk mengambil apapun yang dititipkan kepada hamba-hamba-Nya.
Anak nakal…! Suami kurang betah dirumah dan kurang mesra…! Rejeki seret dan sulit…! Bibir sariawan terus menerus… atau apa saja kejadian yang menimpa, dalam bentuk apapun adalah sarana yang paling tepat untuk mengevaluasi diri, karena mutlak segala yang terjadi adalah dengan izin Alloh dan pasti ada hikmah tersendiri yang akan sangat bermanfaat, andaikata kita mau bersungguh-sungguh merenung dengan benar.
Jangan terjebak hanya menyalahkan dan mendamprat orang lain, karena tindakan emosional seperti ini , sedikit sekali member nilai tambah bagi kepribadian kita. Bahkan bila tidak tepat serta berlebihan hanya akan menimbulkan kebencian dan masalah baru.
Ketahuilah dengan bersungguh-sungguh merobah diri ,maka berarti pula kita merobah orang lain, camkan, orang lain tidak hanya punya telinga, namun merekapun memiliki mata, perasaan, pikiran yang dapat menilai siapa diri kita yang sebenarnya.
Kesimpulan : jadikan setiap masalah menjadi sarana efektif untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri, karena hal itulah yang menjadi keuntungan bagi diri dan menjaga pengundang pertologan-NYA
- 5. HANYA TUHAN LAH SATU-SATUNYA PENOLONG
Mati-matian kita ikhtiar dan meminta bantuan siapapun , tanpa izin-Nya tak akan pernah terjadi yang kita harapkan , maka sebodoh-bodoh kita adalah orang yang paling berharap dan takut kepada selain Alloh Swt. Itulah biang kesengsaraan dan biang menjauhnya pertolongan Alloh Swt.
Ketahuilah yang namanya makhluk itu
Tiada daya dan tiada upaya kecuali pertolongan-NYA yang maha Agung, asalnya hanya setetes sperma, ujungnya jadi bangkai, kemana-mana membawa kotoran.
“ barang siapa yang bersungguh-sungguh mendekati-NYA ( bertaqwa ) niscaya akan diberi jalan keluar bagi setiap urusannya , dan akan diberi rizqi dari tempat yang tida disangka-sangka, dan barang siapa yang bertawakal hanya kepada-NYA niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya.
Andaikata sadar dan meyakininya, maka kita memiliki bekal yang sangat kokoh untuk mengarungi hidup ini, tidak perlu gentar menghadapi persoalan apapun karena sesungguhnya yang paling mengetahui struktur masalah kita sebenarnya hanyalah Alloh Swt. Berikut segala jalan keluar terbaik menurut pengetahuan-Nya yang maha sempurna, dan Dia sendiri berjanji akan menuntun member jalan keluar dari segala masalah , sepelik dan seberat apapun karena bagi Dia tidak ada yang rumit dan pelik semuanya serba mudah dalam genggaman kekuasaan-Nya.
Pendek kata , jangan takut menghadapi masalah tapi takutlah tidak mendapat pertolongan TUHAN dalam menghadapinya. Tanpa pertolongan-Nya kita akan terus berkelana dalam kesusahan, persoalan yang berujung persoalan baru, tanpa nilai tambah bagi dunia akhirat kita, benar-benar kerugian yang nyata.
Terimalah ucapan selamat berbahagia, bagi saudara-saudaraku yang taat kepada-nYA dan semakin taat lagi, ketika diberi kesusahan dan kesenangan, sholat terjaga, aqlak mulia, dermawan, hati bersih, dan larut dalam amalan-amalan yang disukai-nYA
Insya Alloh masalah yang akan menjadi jalan pendidikan dari-NYA yang akan semakin mematangkan diri, mendewasakan, menambah ilmu, meluaskan pengalaman, melipatgandakan ganjaran dan menjadikan hidup ini jauh lebih bermutu, mulia dan terhormat dunia akhirat.
referensi dr. a'agym
Tidak ada komentar:
Posting Komentar